Akademi Maritim Belawan (AMB) Medan

Negara Indonesia merupakan salah satu Negara Maritim dengan jumlah pulau-pulau yang tersebar sebanyak 17.508 yang memanjang sekitar garis Katulistiwa, yang memiliki potensi besar dari hasil laut dan lintas alur pelayaran.

Kondisi geografis Indonesia tersebut telah membuktikan bahwa hari depan Bangsa dan Negara tergantung pada Bahariawan Muda yang mencintai, memahami arti, fungsi dan peranan laut dengan segala aspeknya.

Dengan keyakinan yang teguh bahwa pada gilirannya gema pembangunan kelautan diantaranya Pelayaran Niaga dan Industri Maritim akan diangkat Pemerintah menjadi salah satu prioritas pembangunan yang dengan sendirinya memerlukan tenaga-tenaga ahli, terampil dan terdidik.

Berdasarkan pemikiran tersebut, Bapak Letjen. (Purn) A. Sahala Rajagukguk, Bapak E. H. Silitonga, Bapak Benny Tengker, dan Bapak Mayjen (Purn) Timor P. Manurung terpanggil untuk berperan aktif dalam pembangunan nasional melalui pendidikan.

Akademi Maritim Belawan (AMB) Medan berdiri di bawah Yayasan Pendidikan Bahtera Samudera Lancang Kuning (YP.BSLK) yang berkedudukan di Medan pada tanggal 19 April 1992.

Pada tahun 1993 AMB Medan telah menempati gedung sendiri di Jalan Kapten Muslim Kompleks Griya Riatur Indah Simpang Gaperta, Helvetia Medan.

Akademi ini memiliki program studi:

Dalam pengembangannya hingga saat ini, Akademi Maritim Belawan (AMB) Medan diasuh oleh tenaga profesional kemaritiman yang berasal dari instansi Perhubungan Laut serta tenaga pendidik dari Kemenristek Dikti.